Cerpen Cinta Unik dan Lucu

CERPEN CINTA - Cinta benar-benar indah Apakah seperti diam - diam  sulit, tetapi jauh lebih sulit diungkapkan. Apa  kita sukai belum tentu orang lain suka, dan orang lain seperti apa  kita lakukan belum tentu seperti. Para sukurin penting dan menikmati aja semua perbedaan. Karena Anda mungkin belum dapat membayangkan bagaimana menjengkelkan ketika Anda menyukai seseorang ternyata juga sama teman sendiri di # favorit di sekolah cerita cinta ...... Tidak tahu mana   datang, berbekal nongol marsanda lirik. Ha ha ha

Cinta cerita: Benar-benar seperti Apakah Manis

"Ardi, loe tau nggak. Gadis lokal Serly di samping?" Kata Dion pesananya sambil menikmati jus di kantin sekolah. Ketika tiba waktu istirahat.

Ardi aktifisas berhenti mengaduk - bila kuah bakso pengadukan. Berbalik lurus terhadap Dion. Serly?. Tentu saja ia tahu. Itu saja bila gadis ini ia meremukkan diam - diam.

Hanya ketika dia belum berani mengungkapkannya. Tidak, tentu belum karena takut ditolak. Tidak sombong atau sok bermaksut kepedean, tetapi telah menjadi pengetahuan umum bahwa dia menghadapi di atas rata - rata Jika belum dapat dikatakan dingin.

Jadi belum mungkin ia menolak perempuan. Hanya saja sejauh ini dia belum kesempatan ketika membeberkannya. Tapi mengapa datang - datang Dion bertanya?.

"Saya pikir saya naksir deh sama anak tu".
"Uhuk uhuk" Ardi memasukkan sesuap sup kas baru baksonya langsung tercekat mendengar kata-kata keluar dalam mulutnya sekarang.
"Ah elo, jika Anda makan hati - hati donk" kata Dion sambil menyerahkan segelas air terhadap Ardi segera menelan ludah oleh itu.

"Loe mengatakan apa  Anda sekarang. Loe naksir dia??" Kata Ardi langsung.
Tanpa disadari surprise ditambah nihil aneh Ardi Dion mengangguk sambil lalu.
"Ya, besok saya berencana dia  menembak Loe sebagai doain ya teman saya.. Saya tulis dalam berkat Mei kepadanya. Semua hari-hari ini aku  membelikanmu deh.

Ardi diam. Tiba - tiba nafsu makan segera menguap. Bakso di depannya sama sekali belum mampu menarik minatnya. Pikirannya hanya satu. Lain jatuh cinta dengan gadis sahabatnya di taksirnya. Wah,, ....

Setelah buku menbereskan - bukunya Ardi langsung menuju rumah. Dion bertanya serempak berteriak ketika ia belum mengindahkan. Suasana hati benar - benar memburuk. Dia terus berjalan sambil melamun melalui tubuhnya tanpa sengaja terjadi pada bertabrakan dengan seseorang  baru datang ke pintu sebelahnya melewatkan kelas. Tampaknya gadis itu juga berjalan tanpa melihat - mencari membalas sms sibuk di telepon genggamnya sekarang tergeletak berserakan di lantai.

". Oh, sory sory sory saya belum sengaja" kata Ardi ia berjonkok ambil bagian - hal-hal kecil  belum bernasip beruntung.
"Yah, telepon saya. Rusak donk" keluh gadis itu membuat Ardi belum bagus. Dan betapa terkejutnya dia ketika dia menyadari bahwa gadis itu berdiri tepat di depan Seryl. Gadis selama ini dalam taksirnya. Bahkan sekarang temannya  terlibat - tindak lanjut.
"Sory.

Saya belum punya tujuan  nyata. Tetapi saya secara singkat tanah liat "kata Ardi sambil mengulurkan tangan saat tanggannya meminta seryl telepon batray di tangannya.
Beberapa menit kemudian telepon itu terpasang kembali regular. Dengan hati - hati  Ardi coba ketika menyalakannya. Setelah menunggu beberapa waktu sebelum berubah objek kecil. Dan untungnya tampaknya berfungsi dengan benar sehingga Ardi bisa merasa sedikit lega dan segera diserahkan kepada pemiliknya.

"Ardi" Pertanyaannya zilch bingung dan terkejut meluncur di mulut Seryl sepertinya memang menyadari  memukulnya karena perhatiannya terfokus hanya pada hapenya. Untuk Ardi diri seperti orang bodoh hanya cukup menganggukkan kepala sambil tersenyum. Hei, belum kebanyakan orang terlihat bodoh ketika orang umum di sukainya. Dan tampaknya ardi juga termasuk ke dalam  orang - orang bodoh.
"Drrrtt ..."

Getaran di tangan telepon mengetkannya Seryl. Matanya terlihat hanya peduli di wajahnya gemetar jarinya dengan Serly hidup. Ketik kata-kata sendiri belum tahu apa Ardi.

"Eh, aku sudah di tungguin sama adikku Sory ya saya dulu." Seryl selamat tinggal sambil berlalu. Dan lagi - lagi Ardy hanya menjawab dengan anggukan. Baru setelah fotonya  hilang dalam pandangan dia menyesal bila dirinya sendiri belum bergerak. Hilang sudah kesempatan ketika dia lebih akrab. Dengan lemes dia langsung menuju ke taman. Dimana sepeda.


Keesokan harinya ardi Dion menatap sekarang hanya mampu duduk di sampingnnya dengan heran. Mengapa temannya melihat hari ini terlihat sangat kusut. Apakah tepat di belakang wajah  dilihatnya terakhir kali kemarin.
"Kenapa loe?" Kata Ardi.
"Tidak ayah" Balas Dion tanpa bunga.

Ardi terdiam lagi. Ia melirik jam di tangannya. Tujuh dalam waktu kurang di 15 menit.  ada sekitar setengah jam'an sebelum pelajaran pertama dimulai. Setelah menimbang - tanya apakah beberpa saat akhirnya mulutnya membuka. Belum mampu menahan rasa ingin tahunya.
"Oh ya, bagaimana kemarin. Loe jadi menembaknya?" Kata Ardi nihil, mencoba terus berbicara sehingga terdengar datar.

"Hufh ..." Dion tampak berat pernafasan. "Itu membuat saya belum semagat hari ini saya menolaknya.."
"O. ..." Mulut Ardi hanya bisa beroh ria. Tiba - tiba-tiba ia merasa lega mendengar kabar baru-baru ini di mendengarnya. Tapi karena belum ingin tertawa angap pada penderitaan orang lain Ardi kembali terdiam.

"Dia bilang dia sudah naksir pada cowok laen  sama".
"Apa?" Kata Ardi refleks ketika mendegar alasan keluar mulut Dion. "Siapa?" Hubungkan Adri lagi. Dion hanya mengangkat bahu. Dan sebelum kembali membuka mulutnya ketika ditanya Ardi bu penampilan sitah di pintu memotongnya telah kelas satu. Ardi pasti dipaksa bila menelan kembali rasa keinginan rasa ingin tahu.
***
Setelah jam istirahat bukan Ardi kekantin biasa sebenarnya bahkan keperpustakaan. Tidak ada buku  harus ia cari. Setelah mendarat sebuah buku  ia cari segera Ardi melakah bergerak menuju meja. Beberapa menit kemudian dia melayang ke buku-buku  dibaca. Haruskah ia menyelesaikan tugas dengan segera. Karena keasikan ia sama sekali belum menyadari orang - orang di sekitar dia.
Setelah tugas selesai, Ardi segera bangkit. Pada saat  sama someone'd duduk di dekat sumur up. Ardi hampir terjatuh karena terkejut saat menyadari seryl menatapnya lurus.


"Saya pikir benar-benar asik Sampai aku pernah di sini sampai belum nyadar.".
"Dia?" Ardy bingung cemberut. Untuk seryl sendiri hanya mengangkat bahu sambil tersenyum dan kemudian segera pergi.
Hanya menyadari sesuatu setengah Ardy berlari keluar setelah kampus seryl.
"Seryl menunggu".
"Kenapa?" Kata Ardy mata menatap Seryl sekarang berdiri tepat di depannya.
"Ehem ... saya belum bisa Nanya".
Seryl belum dijawab. Dia hanya memberi begitu Ardy terus isarat ucapnnya.
"Kemarin Doni elo ditembak ya?".

Meskipun seryl masih bingung tapi mengangguk.
"Kemudian ia berkata loe menolak?".
Lagi - lagi Seryl hanya membalas dengan anggukan.
"Kenapa?" Kata Ardy lagi.
Seryl diam kali ini. Mencoba bila mencerna maksut ardy bertanya padanya.
"Apakah dia belum mengatakan mengapa?" Alih-alih menjawab Seryl bahkan bertanya.
"Dia bilang dia, dia loe laen've naksir sama cowok Benarkah?.".
Seryl hanya mengangkat bahu.


"Siapa?" Kata Ardy belum mampu bila membantu perasaan seperti taunya.
Untuk napas saat Serly berlahan. Sambil tersenyum, ia memandang ke arah Ardy tampak gugup menunggu bila jawabannya.
"Loe yakin ingin tahu".

Meskipun belum yakin dia benar - benar ingin tahu, tapi belum bisa membantu Ardy mengangguk.
"Elo".
"Ha!" Mulut Ardy kita buka. Asli belum dapat percaya apa  kudengar barusan.
"Elo Orang aku suka ell." Seryl menegaskan kalimat dengan mudah.
Ardy diam. Kali ini ia yakin ia belum salah dengar. Dia menatap Seryl sekarang berdiri tepat di depan bibirnya dengan menhiasi tersenyum. Dan detik berikutnya john senyuman menghiasi Ardy bibirnya.


"Saya juga suka loe sama. Tidak, aku benar-benar maksut".
Dan kali ini senyum lebar - benar-benar menghiasi bibir keduanya. Hei, Cinta belum selalu datang tepat waktu?.
Akhir?.
He he he, sangat dipaksa berakhir ya?. Maklum aja lah. Namanya juga ide dadakan.

Itulah Cerpen Cinta aja harap kalian seperti Ayoo koment dechh bawah beritahukan kerja rame di kak Merrya Starnight seorang penulis weblog john singkat cerita saya makasiihh hehhe ya kk

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar